Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026

PERAN TERAPI BRONKODILATOR DALAM MENINGKATKAN FUNGSI PARU PADA PENDERITA PPOK

Wardiani, Zahraisyya (Unknown)
Dewi, Wulan Permata (Unknown)
Gumilang, Sekar (Unknown)
Rhomanti, Kheisya Ilza (Unknown)
Salam, Furqon Rizki (Unknown)
Nurpadilah, Adilka (Unknown)
Ridwan, Heri (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Mar 2026

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan kondisi inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang mengakibatkan hambatan aliran udara secara progresif dan persisten. Sebagai salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas global, pengelolaan gejala menjadi krusial karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis peran strategis terapi bronkodilator dalam meningkatkan fungsi paru serta kualitas hidup penderita PPOK. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif melalui pencarian sistematis terhadap lima artikel penelitian relevan dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang waktu 2020–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terapi bronkodilator tetap menjadi pilihan utama dalam manajemen farmakologis PPOK. Mekanisme kerjanya melalui relaksasi otot polos saluran napas terbukti efektif membuka bronkus, mengurangi resistensi aliran udara, dan menurunkan frekuensi eksaserbasi akut secara signifikan. Selain perbaikan parameter fungsi paru, penggunaan bronkodilator berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pengurangan gejala sesak napas (dyspnea) serta peningkatan toleransi terhadap aktivitas fisik harian. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa bronkodilator merupakan pilar utama penanganan PPOK yang tidak hanya berfungsi memperbaiki kondisi fisiologis paru, tetapi juga berperan penting dalam menstabilkan kondisi pernapasan pasien dan memperlambat laju progresivitas penyakit dalam jangka panjang. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan kondisi inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang mengakibatkan hambatan aliran udara secara progresif dan persisten. Sebagai salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas global, pengelolaan gejala menjadi krusial karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis peran strategis terapi bronkodilator dalam meningkatkan fungsi paru serta kualitas hidup penderita PPOK. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif melalui pencarian sistematis terhadap lima artikel penelitian relevan dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang waktu 2020–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terapi bronkodilator tetap menjadi pilihan utama dalam manajemen farmakologis PPOK. Mekanisme kerjanya melalui relaksasi otot polos saluran napas terbukti efektif membuka bronkus, mengurangi resistensi aliran udara, dan menurunkan frekuensi eksaserbasi akut secara signifikan. Selain perbaikan parameter fungsi paru, penggunaan bronkodilator berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pengurangan gejala sesak napas (dyspnea) serta peningkatan toleransi terhadap aktivitas fisik harian. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa bronkodilator merupakan pilar utama penanganan PPOK yang tidak hanya berfungsi memperbaiki kondisi fisiologis paru, tetapi juga berperan penting dalam menstabilkan kondisi pernapasan pasien dan memperlambat laju progresivitas penyakit dalam jangka panjang.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...