Myalgia atau yang biasa dikenal sebagai nyeri otot adalah perasaan tidak nyaman atau nyeri tajam yang disebabkan oleh ketegangan pada otot. Pada pasien dengan myagia biasanya sering ditemukan keluhan nyeri, pegal , dan kaku pada anggota tubuhnya. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat diberikan terapi non farmakologis yaitu terapi akupuntur, terapi Terapi ini bekerja melalui mekanisme refleks kutaneosomatik yang membantu merelaksasi otot, meningkatkan perfusi jaringan, serta memicu pelepasan endorfin yang berperan dalam menurunkan sensasi nyeri dan proses inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan komplementer dengan masalah keperawatan utama yaitu nyeri akut pada pasien dengan penerapan terapi akupuntur. Pada penelitian ini menggunakan metode rancangan penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan jumlah sampel 3 pasien, yang mengidentifikasi suatu masalah asuhan keperawatan nyeri akut pada pasien myalgia. Hasil analisis praktek klinik keperawatkan didapatkan setelah dilakukan penerapan terapi akupuntur, bahwa dari 3 pasien tersebut ditemukan perbedaan yang signifikan antara sebelum diberikan terapi akupuntur dengan sesudah diberikan terapi akupuntur. Sebelum diberikan intervensi, Tn. J, Ny. R, dan Tn. W mengeluh nyeri dengan skala nyeri (4, 4, 3), dan sesudah diberikan intervensi berupa terapi akupuntur selama 15 menit dan dievaluasi setelah 1 jam, skala nyeri pada Tn. J, Ny. R, dan Tn. W berkurang menjadi (3,3,3) dengan kategori nyeri ringan. Maka dapat disimpulkan Penerapan Terapi Akupuntur efektif menurunkan skala nyeri pada pasien dengan Myalgia.
Copyrights © 2026