Tuberkulosis (TB) termasuk penyakit menular yang terus menjadi perhatian utama dalam kesehatan masyarakat dunia, terutama di negara berkembang dengan beban kasus tinggi. Salah satu aspek lingkungan yang bisa meningkatkan risiko adalah tingginya tingkat kepadatan penduduk. Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan jumlah penduduk tinggi dan kontribusi kasus TB yang besar, sehingga penting untuk mengkaji peran kepadatan penduduk terhadap kejadian TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepadatan penduduk dengan kejadian tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat selama periode 2022-2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi ekologi. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data sekunder Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2022–2024. Analisis deskriptif dilakukan melalui pemetaan menggunakan QGIS Desktop 3.28.13 dan analisis korelasi antarvariabel diuji menggunakan R Studio. Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa kasus tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat pada 2022–2024 cenderung terkonsentrasi di wilayah dengan kepadatan penduduk sedang hingga tinggi, seperti Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Bandung. Namun, hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa kepadatan penduduk tidak berhubungan signifikan dengan kejadian TB pada seluruh tahun pengamatan (2022: p=0,1048; ρ=0,3193; 2023: p=0,0873; ρ=0,3358; 2024: p=0,2033; ρ=0,2528). Tidak ada hubungan yang signifikan antara kepadatan penduduk dan kejadian tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat tahun 2022-2024.
Copyrights © 2026