Hipertensi telah menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan dan bisa membesar jika tidak segera diatasi. Di Indonesia, angka kejadian hipertensi mencapai 30,8% berdasarkan data Riskesdas 2023. Hal ini menuntut langkah prediktif untuk mendukung strategi pencegahan. Penelitian ini bertujuan memperkirakan jumlah individu penderita hipertensi menurut kategori usia di Puskesmas Remboken dari Oktober hingga Desember 2025. Penelitan ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan rencana retrospektif dan prospektif. Data kasus hipertensi dari Januari hingga September 2025 (n= 1.865) dijadikan sebagai populasi sampel. Analisis ini dilakukan menggunakan teknik regresi linear (least square) untuk memprediksi pola kasus pada lima kategori usia (20-44, 45-54, 55-59, 60-69, dan 70> tahun). Hasil analisis menunjukkan kejadian hipertensi akan terus bertambah pada semua kategori usia dengan beban paling berat pada kelompok usia 60-69 tahun dari 222 kasus (Oktober) menjadi 283 kasus (Desember 2025). Kelompok usia 45-54 tahun diperkirakan meningkat dari 172 menjadi 225 kasus, usia >70 tahun dari 167 menjadi 214 kasus, usia 55-59 tahun dari 150 menjadi 195 kasus, dan usia 20-44 tahun dari 40 menjadi 51 kasus. Simpulan dari penelitian ini adalah perlunya penguatan pendekatan promosi kesehatan, mengontrol faktor risiko pada pra-lansia, serta melakukan pemantauan berkala diseluruh kategori usia untuk mengurangi risiko di masa depan.
Copyrights © 2026