Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan gizi ibu, keterbatasan pemanfaatan pangan lokal, serta faktor sosial ekonomi. Berdasarkan hasil pengkajian awal di Desa Lapaloang, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, ditemukan adanya balita dengan risiko stunting dan belum optimalnya pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang stunting sekaligus meningkatkan keterampilan dalam penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yakni Nugget ROJALI (Rono Jagung dan Labu Siam). Metode yang digunakan meliputi edukasi stunting melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), pembagian PMT berbasis pangan lokal, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada ibu balita di RT 1 dan 2 Desa Lapaloang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai stunting dan giziĀ seimbang, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test pada sebagian besar peserta. Selain itu, ibu balita mampu memahami manfaat Nugget ROJALI secara mandiri dan memahami potensi pangan lokal sebagai alternatif PMT bergizi. Kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Dapat disimpulkan bahwa edukasi stunting yang dikombinasikan dengan pengenalan PMT berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita sebagai upaya pencegahan stunting di masyarakat.
Copyrights © 2026