Penelitian ini mengkaji kemampuan literasi matematis siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal cerita yang dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan siswa dalam memahami permasalahan kontekstual dan mentransformasikannya ke dalam model matematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa berdasarkan indicator memahami konteks masalah, melakukan matematisasi, menggunakan konsep dan prosedur matematika, serta menafsirkan hasil penyelesaian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di MTs Nida’ul Khairaat Pombewe dengan subjek 30 siswa kelas VII yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis berupa tiga soal cerita matematika dan wawancara terhadap tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu rendah (46,7%), sedang (30%), dan tinggi (23%). Siswa pada kategori rendah mengalami kesulitan dalam memahami konteks masalah dan membangun model matematika, siswa kategori sedang mampu mengidentifikasi informasi namun masih lemah dalam penalaran dan interpretasi, sedangkan siswa kategori tinggi menunjukkan strategi penyelesaian yang lebih sistematis dan reflektif. Temuan ini memberikan Gambaran empiris mengenai profil literasi matematis siswa serta mengimplikasikan pentingnya pembelajaran berbasis masalah kontekstual dan pemberian Latihan soal literasi matematis secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026