Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas unggulan dalam budidaya perikanan di Indonesia karena memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat dan efisiensi produksi yang tinggi. Namun, kualitas air menjadi faktor krusial yang sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya udang vaname, terutama parameter suhu, pH, dan salinitas (TDS). Permasalahan umum yang sering terjadi adalah kegagalan pertumbuhan udang akibat penurunan kualitas air tambak yang tidak terpantau secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan menganalisis sistem monitoring parameter air berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau suhu, pH, dan salinitas secara real-time guna mendukung budidaya udang vaname yang lebih optimal. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali dan konektivitas internet, sensor DS18B20 untuk pengukuran suhu, sensor pH-4502C untuk pH, dan sensor TDS Meter V1 untuk salinitas. Output data ditampilkan melalui LCD dan dikirim ke webserver untuk pemantauan jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan tingkat keakuratan sebesar 98%. Berdasarkan pengujian langsung di tambak tradisional Desa Tibang, nilai pH dan suhu cenderung lebih tinggi pada siang hari dibanding malam hari, sementara nilai TDS relatif stabil. Ketika terjadi hujan, seluruh parameter cenderung menurun. Jika air tidak diganti selama lebih dari satu minggu, suhu dan pH dapat melampaui batas normal, yang berpotensi menghambat pertumbuhan udang atau menyebabkan kematian. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mendukung praktik budidaya udang vaname berbasis teknologi.
Copyrights © 2025