Dalam industri perkapalan Indonesia, kapal bekas pakai sering kali menjadi pilihan untuk rute tertentu. Kapal-kapal ini kerap dioperasikan melampaui umur ekonomisnya. Kondisi ini mengakibatkan pola operasional yang tidak lagi sesuai dengan spesifikasi mesin bantu (AE), khususnya pada mode idle saat menunggu berlabuh, di mana beban listrik jauh di bawah rentang optimal AE. Sebagai solusi, dilakukan retrofit dengan menginstal genset tambahan (GT) berdaya lebih kecil. Penelitian ini menganalisis data historis konsumsi bahan bakar sebelum dan setelah retrofit untuk mengevaluasi keefektifan langkah tersebut. Hasilnya menunjukkan penghematan bahan bakar yang signifikan. Pendekatan teoritis berdasarkan spesifikasi teknis mesin mengungkap bahwa sebelum retrofit, AE beroperasi di luar area efisiensi optimalnya akibat usia ekonomisnya. Sementara, GT yang masih baru, beroperasi pada rentang beban yang sesuai dengan spesifikasinya, sehingga konsumsi bahan bakarnya lebih efisien. Temuan penelitian ini memberikan kerangka kerja praktis untuk mengidentifikasi ketidakefisienan operasional mesin. Hasil dan pembahasan yang disajikan diharapkan dapat menjadi acuan dalam pemetaan parameter operasi, optimasi kinerja mesin, dan perencanaan retrofit. Akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi operator kapal dalam menyusun strategi operasi yang berkelanjutan, termasuk pengendalian konsumsi bahan bakar dan penetapan target reduksi emisi.
Copyrights © 2025