Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar memiliki potensi besar di sektor maritim. Pemerintah Indonesia menempatkan industri perkapalan sebagai salah satu sektor prioritas untuk dikembangkan. Industri galangan kapal menghasilkan berbagai produk, termasuk kapal dan bangunan lepas pantai, dengan kapal ikan sebagai salah satu produk utamanya. Kapal ikan berfungsi untuk menangkap sekaligus membawa hasil tangkapan. Sebagian besar kapal ikan tradisional masih terbuat dari kayu yang membutuhkan perawatan tinggi dan biaya besar. Modernisasi kapal ikan dengan penggunaan material seperti baja, aluminium 5083, dan HDPE menjadi penting untuk meningkatkan daya saing nelayan.Penelitian ini mengoptimalkan bagian superstruktur dan fish hold hatch cover pada kapal ikan 5 GT menggunakan metode Finite Element Method (FEM) dan persamaan bending stress untuk mengurangi massa kapal. Hasil optimasi menunjukkan bahwa tegangan yang terjadi pada struktur tetap memenuhi standar badan klasifikasi. Optimasi menghasilkan penurunan berat yang signifikan: untuk material mild steel, penurunan berat superstruktur sebesar 45% dan hatch cover sebesar 46%. Untuk aluminium 5083, penurunan berat superstruktur sebesar 17,34% dan hatch cover sebesar 18,95%. Sebaliknya, pada material HDPE terjadi peningkatan berat struktur sebesar 78,08 kg atau sekitar 161,857% dari berat desain. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan material dan ketebalan pelat yang tepat guna mencapai efisiensi optimal dalam konstruksi kapal ikan.
Copyrights © 2025