Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan air yang mengandung klorida (air PDAM yang dicampur 3% NaCl), penambahan superplasticizer, serta variasi rasio air-semen (FAS 0,40 dan 0,50) terhadap nilai slump beton segar. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pengujian slump menggunakan kerucut Abrams sesuai SNI 1972:2008. Terdapat delapan variasi campuran beton yang diuji untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel serta interaksinya terhadap workability beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan superplasticizer secara signifikan meningkatkan nilai slump, terutama pada campuran dengan FAS 0,50, meskipun menggunakan air garam. Nilai slump tertinggi sebesar 18,7 cm diperoleh pada campuran dengan air mengandung NaCl, superplasticizer, dan FAS 0,50. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut—jenis air, penggunaan superplasticizer, dan rasio air-semen—serta interaksinya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai slump beton segar.
Copyrights © 2026