Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah terjadinya komplikasi. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menyediakan kegiatan edukasi kesehatan rutin sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit kronis, namun tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan edukasi masih bervariasi sehingga dapat memengaruhi keberhasilan pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi peserta edukasi Prolanis terhadap kadar gula darah puasa pada pasien Diabetes Mellitus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh peserta Prolanis penderita Diabetes Mellitus di Klinik Wisma Husada Surabaya, dengan jumlah sampel sebanyak 78 peserta. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah partisipasi peserta edukasi Prolanis berdasarkan frekuensi kehadiran selama satu tahun terakhir, sedangkan variabel terikat adalah kadar gula darah puasa yang diperoleh dari rekam medis. Data dikumpulkan melalui daftar kehadiran dan hasil pemeriksaan laboratorium, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki tingkat partisipasi rendah dan kadar gula darah puasa yang tidak terkontrol. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi peserta edukasi Prolanis dan kadar gula darah puasa. Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan edukasi Prolanis, semakin besar kecenderungan kadar gula darah puasa berada dalam kondisi terkontrol.
Copyrights © 2026