Latar belakang: Sebagai bagian dari agenda global NZE dan target nasional Indonesia 2060, PT Pertamina mendukung transisi energi melalui efisiensi dan teknologi rendah karbon. Salah satu fokus utamanya adalah mengurangi emisi dari sistem transportasi energi, seperti pipa dan fasilitas pompa bahan bakar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi inovasi elmotisasi pompa, yaitu konversi sistem penggerak pompa dari diesel engine dan gas turbine menjadi electromotor pada proyek pipanisasi CY III (Lomanis – Rewulu). Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis kualitas operasional berbasis seven tools, termasuk diagram Pareto, fishbone diagram, serta analisis efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Data penelitian diperoleh dari laporan operasional proyek, data konsumsi energi, serta perhitungan emisi karbon yang diverifikasi oleh lembaga independen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan diesel engine pada sistem pemompaan menghasilkan emisi rata-rata sebesar 30,29 ton CO?e per hari. Implementasi elmotisasi pompa mampu menurunkan emisi karbon hingga 4.133,57 ton CO?e per tahun serta meningkatkan efisiensi operasional melalui pengurangan biaya own use fuel. Selain itu, kapasitas pemompaan meningkat dari 600 KL/jam menjadi 900 KL/jam dan menghasilkan nilai penghematan operasional sebesar Rp 34,46 miliar. Temuan ini menunjukkan bahwa elektrifikasi sistem pemompaan merupakan strategi efektif dalam mendukung program dekarbonisasi industri energi. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi efisiensi energi di sektor transportasi BBM serta mendukung implementasi kebijakan dekarbonisasi pada industri migas nasional.
Copyrights © 2026