Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana gempa bumi yang tinggi karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Kabupaten Cianjur, khususnya Kecamatan Cugenang, merupakan salah satu wilayah yang terdampak signifikan akibat bencana gempa bumi, termasuk RW 04 Desa Sarampad yang dikategorikan sebagai zona merah.Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan sikap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemberian edukasi mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi mitigasi terhadap sikap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi di wilayah RW 04 Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 kepala keluarga yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner sikap kesiapsiagaan masyarakat yang meliputi indikator pengetahuan dan sikap terhadap bencana gempa bumi, perencanaan darurat, sistem peringatan dini, serta kemampuan memobilisasi sumber daya. Edukasi mitigasi bencana diberikan sebagai intervensi kepada responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi mitigasi sebagian besar responden memiliki sikap kesiapsiagaan yang kurang baik, sedangkan setelah diberikan edukasi mitigasi terjadi peningkatan sikap kesiapsiagaan masyarakat. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi mitigasi dengan sikap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi di wilayah RW 04 Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur
Copyrights © 2026