Angkutan perkotaan (angkot) berperan penting dalam melayani pergerakan masyarakat di Kota Bekasi, khususnya untuk perjalanan jarak pendek dan menengah di kawasan yang belum terlayani moda transportasi massal lainnya. Namun, kualitas pelayanannya masih menjadi permasalahan serius yang perlu dievaluasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kesesuaian pelayanan angkot di Terminal Kota Bekasi terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM) berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015, serta menentukan prioritas strategi peningkatan pelayanan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data primer diperoleh melalui survei inventarisasi langsung terhadap lima unit kendaraan trayek K11, K12, K15A, K19, dan K19A, serta wawancara dengan responden ahli menggunakan kuesioner perbandingan berpasangan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemenuhan SPM masih sangat rendah, khususnya pada aspek keselamatan: seluruh armada tidak dilengkapi APAR dan alat pemecah kaca, sabuk keselamatan tidak tersedia di semua kursi penumpang, pintu kendaraan ditemukan tidak tertutup saat beroperasi, dan informasi tanggap darurat belum terpasang pada seluruh unit. Aspek yang telah memenuhi standar meliputi alat penerangan, speed limiter, dan kelistrikan audio visual. Analisis AHP menghasilkan bobot kriteria keselamatan (0,637), kenyamanan (0,258), dan aksesibilitas serta informasi darurat (0,105). Strategi peremajaan angkutan perkotaan memperoleh bobot tertinggi (0,660), diikuti perbaikan angkutan perkotaan (0,238) dan peningkatan fasilitas pendukung (0,102). Seluruh matriks perbandingan konsisten dengan nilai CR di bawah 0,1. Penelitian ini merekomendasikan peremajaan segera angkutan perkotaan di Kota Bekasi.
Copyrights © 2026