Sistem penilaian evaluasi pegawai merupakan salah satu proses untuk mencari, menilai dan memilih pegawai terbaik sesuai dengan kriteria penilaian yang telah ditetapkan oleh pihak instansi. Penilaian evaluasi kinerja pegawai di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan masih dilakukan secara subjektif, dimana penilaian kinerja pegawai yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan sering terjadi ketidakseimbangan dalam melakukan penilaian evaluasi kinerja pegawai sehingga mempengaruhi penurunan kualitas kinerja para pegawai karena penilaian yang kurang akurat. Oleh sebab itu, untuk menghindari permasalahan dan spekulasi tersebut, maka diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan dalam mengevaluasi kinerja pegawai. Metode TOPSIS digunakan dalam penilaian evaluasi kinerja pegawai, karena memiliki kelebihan yaitu menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif serta konsepnya yang sederhana, mudah dipahami dan efesien serta memiliki kemampuan mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan. Terdapat 5 (lima) kriteria sebagai alat ukur untuk menilai evaluasi kinerja pegawai yaitu kehadiran, sikap kerja, potensi dan kemampuan, kualitas kerja, dan kedisiplinan dan tanggungjawab yang disertai dengan hasil implementasi metode TOPSIS ini berupa perankingan terhadap alternatif, alternatif yang digunakan sebanyak 86. Berdasarkan hasil perankingan alternatif, maka diperoleh pegawai terbaik dengan nilai akhir sebesar 0.8785 Ahmad Thoriq berada pada posisi ranking pertama. Sistem penilaian evaluasi kinerja pegawai ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemograman PHP, dan database MySQL.
Copyrights © 2026