Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh instrumen fiskal daerah dan pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan di kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat. Ketimpangan pendapatan merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang masih dihadapi oleh daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, termasuk Jawa Barat. Meskipun provinsi ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, disparitas pembangunan antarwilayah masih cukup tinggi. Dalam kerangka desentralisasi fiskal, pemerintah daerah memiliki instrumen kebijakan berupa Transfer Daerah dan Belanja Modal yang diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan pendapatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel yang mencakup 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat selama periode 2017–2024. Model estimasi yang digunakan adalah Random Effect Model (REM) dengan total 189 observasi setelah mempertimbangkan penggunaan variabel lag pada Belanja Modal. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Indeks Gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan, sedangkan variabel independen terdiri dari Transfer Daerah, Belanja Modal, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang diproksikan melalui PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat belum sepenuhnya bersifat inklusif dan masih terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Sebaliknya, Transfer Daerah dan Belanja Modal tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan ketimpangan pendapatan. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen fiskal daerah belum sepenuhnya efektif dalam menjalankan fungsi redistribusi pendapatan di tingkat regional.
Copyrights © 2026