Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan sistem pembayaran masyarakat dari transaksi tunai menuju transaksi non-tunai yang lebih cepat, praktis, dan efisien. Salah satu inovasi yang mendukung transformasi tersebut adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dikembangkan Bank Indonesia sebagai standar nasional pembayaran digital berbasis kode QR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan QRIS sebagai metode transaksi pembayaran digital di Kota Metro, dengan menitikberatkan pada persepsi kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, dan kendala yang dihadapi oleh pengguna serta pelaku UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 5 informan yang terdiri atas 3 pengguna QRIS dan 2 pelaku UMKM di Kota Metro, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS dipandang praktis, efisien, dan aman karena mempermudah transaksi, menghemat waktu, mengurangi penggunaan uang tunai, serta membuka peluang peningkatan penjualan bagi UMKM. Namun, penelitian ini juga menemukan kendala berupa ketergantungan pada jaringan internet yang stabil dan masih rendahnya literasi digital pada sebagian masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa QRIS memiliki potensi besar dalam mendukung digitalisasi pembayaran di Kota Metro, tetapi keberhasilannya perlu didukung oleh penguatan infrastruktur internet dan edukasi digital yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026