Dalam era digital yang sangat bergantung pada konektivitas, kestabilan jaringan internet menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan yang bergerak di sektor layanan, termasuk PT. XYZ (PT. XYZ). Ketergantungan pada satu penyedia layanan internet (ISP) telah menimbulkan berbagai permasalahan, seperti gangguan koneksi dan downtime yang berdampak pada operasional perusahaan dan kualitas layanan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan solusi redundansi jaringan dengan memanfaatkan dua ISP melalui protokol Border Gateway Protocol (BGP) dan metode failover untuk meningkatkan kualitas koneksi internet. Metode yang digunakan mencakup perancangan sistem dual ISP dengan pendekatan Load Balancing menggunakan Per Connection Classifier (PCC) serta implementasi failover untuk menjamin kontinuitas koneksi ketika salah satu ISP mengalami gangguan. Evaluasi kinerja dilakukan dengan mengukur parameter jaringan seperti latency, throughput, kecepatan akses, dan waktu downtime sebelum dan sesudah penerapan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solusi ini mampu meningkatkan kestabilan jaringan, mengurangi downtime, serta meningkatkan produktivitas karyawan dan kepuasan pelanggan. Pengujian kecepatan internet pada sisi pengguna menggunakan aplikasi Speedtest oleh Ookla menunjukkan kecepatan unduh sebesar 102,70 Mbps dan ping 13 ms, serta kecepatan unggah sebesar 101,09 Mbps dan ping 4 ms. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem jaringan dual ISP mampu menyediakan akses internet yang tinggi, stabil, dan responsif baik untuk aktivitas download maupun upload.
Copyrights © 2025