Penggunaan media digital sebelum tidur semakin umum di kalangan mahasiswa dan sering dikaitkan dengan munculnya gangguan tidur, seperti kesulitan memulai tidur, perasaan tidak rileks, dan penurunan kualitas istirahat akibat aktivitas mental yang tinggi sebelum tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menonton video Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR) terhadap kualitas tidur mahasiswa, terutama dalam menciptakan kondisi relaksasi dan kenyamanan sebelum tidur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa yang memiliki kebiasaan menggunakan perangkat digital sebelum tidur, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasakan manfaat positif setelah menonton video ASMR, yang ditandai dengan perasaan lega, penurunan stres, serta kondisi relaksasi yang membantu kesiapan untuk tidur, meskipun ASMR tidak selalu digunakan secara rutin. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa video ASMR memiliki potensi untuk mendukung kualitas tidur mahasiswa melalui mekanisme relaksasi dan pengurangan ketegangan emosional sebelum tidur. Implikasi penelitian ini menyarankan bahwa ASMR dapat dimanfaatkan sebagai alternatif non-farmakologis yang mudah diakses untuk membantu meningkatkan kualitas tidur mahasiswa sambil tetap memperhitungkan perbedaan individu dan preferensi konten.
Copyrights © 2026