Fluktuasi muka air laut dan hubungan antara SOI dengan SLA di wilayah pesisir Indonesia, khususnya di perairan utara selatan Jawa, selama periode 1993-2022 menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Masalah yang diangkat adalah bagaimana fluktuasi SLA di pengaruhi oleh fenomena iklim, seperti El Niño dan La Niña, serta hubungan dengan SOI di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan data satelit altimetri dan pendekatan statistik untuk mengevaluasi korelasi antara SLA dan SOI. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi SLA lebih ektrem di perairan selatan Jawa, dengan tren penurunan SLA tahunan di Pangandaran (-8,70 cm/tahun) dan Yogyakarta (-11,61 cm/tahun), sedangkan di Jakarta dan Semarang terdapat tren kenaikan SLA masing-masing sebesar 4,33 cm/tahun dan 1,08 cm/tahun. Fenomena El Niño menyebabkan penurunan SLA, terutama di perairan selatan Jawa, sedangkan La Niña meningkatkan SLA di seluruh lokasi yang diteliti. Korelasi antara SOI dan SLA bervariasi, dengan nilai korelasi 0,44 di Pangandaran; 0,43 di Yogyakarta; 0,32 di Jakarta dan 0,30 di Semarang. Signifikansi stastistika dari hubungan ini menunjukkan p-value sebesar 0,00 yang berarti hubungan antara SOI dan SLA tidak terjadi secara kebetulan.
Copyrights © 2025