Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik (Probio-7) dalam pakan terhadap performa pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei), yang diukur melalui parameter Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), dan Survival Rate (SR). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025 di Laboratorium Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas: P1 (kontrol tanpa probiotik), P2 (probiotik 12 ml/kg pakan), P3 (probiotik 14 ml/kg pakan), dan P4 (probiotik 16 ml/kg pakan). Udang yang digunakan memiliki berat awal rata-rata 1,28±0,02 gram dan dipelihara dalam wadah berisi 15 liter air dengan kepadatan 15 ekor per wadah. Pakan yang digunakan adalah pelet komersial berkadar protein 32%, diberikan tiga kali sehari (pukul 08.00, 16.00, dan 22.00) secara ad libitum. Probiotik dicampurkan pada pakan sesuai dengan dosis perlakuan. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan udang vaname. Perlakuan terbaik diperoleh pada P4, yang menghasilkan nilai SGR tertinggi sebesar 3,08±0,03 g/hari, FCR terendah sebesar 0,33±0,02, serta tingkat kelangsungan hidup (SR) tertinggi sebesar 84±7%. Dengan demikian, penambahan probiotik pada dosis 16 ml/kg pakan terbukti meningkatkan performa budidaya udang vaname.
Copyrights © 2025