Kerang hijau merupakan komoditas lokal yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, ketersediaannya di alam sangat banyak. Selama ini kerang hijau hanya dimanfaatkan dagingnya saja, sementara itu cangkangnya hanya menjadi limbah yang menumpuk di lingkungan sekitar. Cangkang kerang mengandung bahan aktif yang dapat seperti kitin dan kitosan. Salah satu upayanya adalah dengan memanfaatkan cangkang kerang hijau sebagai bahan organik yang dapat dijadikan bahan pengemas aktif karena senyawa antibakteri yang dibutuhkan oleh bahan pangan dalam menjaga umur simpan bahan pangan, seperti Sate Bandeng. Pemanfaatan edible film kitosan dari limbah cangkang kerang hijau ini mampu menjadi solusi bagi pangan lokal sate bandeng. Kitosan cangkang kerang hijau menggunakan metode hidrolisis asam dan basa. Edible film diproses dengan penambahan bahan tambahan dan dicetak hingga kering. Hasil analisis kitosan lainnya seperti rendemen, viskositas dan berat molekul pada kitosan cangkang kerang hijau adalah 63,73%, 249 cPs, dan 15,16x103 KDa. Dengan demikian, penambahan konsentrasi kitosan mampu meningkatkan karakteristik fisik edible film dengan perlakuan terbaik EF3. Nilai ketebalan dan densitas film berturut-turut adalah 0,1023 mm±0,007 dan 1,13 g/ml±0,015. Nilai analisis termal pelakuan EF3 mampu mempertahankan kehilangan berat sebesar 39% lebih tinggi dari perlakuan lainnya dan uji tensile strength film terbaik juga pada EF3 adalah 7,36 MPa
Copyrights © 2025