Tangkapan hiu di PPN Pemangkat Kalimantan Barat dari bulan Mei sampai Agustus tahun 2022, menunjukkan hiu Non Appendiks lebih dominan,dengan presentase sebagai berikut: 88, 87,50, 85,71dan75% dari keseluruhan jumlah tangkapanhiu. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kandungan minyak hati hiu Non Appendiks jenis Carcharhinus brevipinna. Untuk menghasilkan minyak kaya squalene dan senyawa lainnya dilakukan ekstraksi menggunakan metode dry rendering dengan alat vakum drying pada perlakuan suhu 50oC selama 8 jam, kemudian sampel minyak hati Carcharhinus brevipinna dianalisis menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrometry) Shimadzu QP 2010. Hasil analisis menunjukkan kandungan senyawa squalene sebesar 27,60% selain itu terdapat kandungan senyawa lain seperti SFA (Saturated Fatty Acid), MUFA (MonoUnsaturated Fatty Acid), PUFA (PolyUnsaturated Fatty Acid) memiliki nilai kandungan 49,44, 14,77dan 35,80%. Penelitian ini menunjukkan bahwa hiu Non Appendiks yang secara statistik mendominasi hasil tangkapan nelayan PPN memiliki potensi sebagai sumber baru squalene selain hiu Appendiks, namun masih perlu peninjauan kembali tentang populasi hiu Carcharhinus brevipinna dan metode ekstraksi untuk menghasilkan kandungan squalene yang berorientasi konservasi dalam menjaga kelestarian hiu.
Copyrights © 2025