Musim tanam akan semakin pendek karena berkurangnya ketersediaan airtanah akibat fenomena El Nino. Dalam konteks ini, telah dilakukan penelitian yang menggambarkan kejadian, intensitas, dan frekuensi peristiwa El Nino serta mengkaji pengaruhnya terhadap neraca air jagung di Pulau Babar. Data iklim, koefisien tanaman jagung, ENSO History, dan data pendukung dikumpulkan untuk selanjutnya dianalisis. Analisis data diawali dengan pembangkitan data curah hujan, dilanjutkan dengan analisis kondisi curah hujan El Nino, dan analisis neraca air lahan jagung. Berdasarkan hasil penelitian, di Pulau Babar telah mengalami delapan episode El-Nino, rata-rata setiap empat tahun selama tiga puluh tahun terakhir. Jagung dapat ditanam dua kali setahun di Pulau Babar pada kondisi curah normal atau rata-rata, dan hanya bisa ditanam setahun sekali saat terjadi El Nino
Copyrights © 2024