Kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan pemanfaatan yang tinggi di masyarakat. Provinsi Maluku termasuk dalam sepuluh besar provinsi sentra kelapa di Indonesia, dengan luas areal perkebunan kelapa mencapai 115,16 juta hektar pada tahun 2020. Namun demikian, produksi kelapa di Maluku mengalami penurunan, dari 0,52% menjadi 103,77 juta ton pada tahun yang sama. Produktivitas yang rendah menjadi salah satu permasalahan utama dalam pengembangan kelapa di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kelapa adalah melalui pengelolaan input usahatani secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan teknologi dalam budidaya tanaman kelapa di Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan observasi langsung terhadap petani kelapa di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan teknologi dalam budidaya tanaman kelapa, mulai dari tahap persiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pascapanen di Desa Walakone, tergolong dalam kategori rendah. Budidaya tanaman kelapa umumnya masih dilakukan berdasarkan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga belum memenuhi kaidah budidaya yang baik dan benar.
Copyrights © 2025