Desersi prajurit merupakan pelanggaran disiplin berat yang berdampak signifikan terhadap soliditas, kesiapan operasional, serta profesionalisme Tentara Nasional Indonesia. Batalyon Armed 4/Parahyangan sebagai satuan tempur artileri menghadapi permasalahan desersi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal prajurit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya desersi prajurit serta menganalisis optimalisasi peran Komandan Peleton (Danton) dalam mengatasi dan mencegah terjadinya desersi di lingkungan Batalyon Armed 4/Parahyangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama desersi prajurit meliputi rendahnya tingkat disiplin dan mental kejuangan, adanya permasalahan pribadi dan keluarga yang tidak tersampaikan kepada pimpinan, serta belum optimalnya deteksi dini dan pembinaan preventif di tingkat peleton. Dalam konteks tersebut, Komandan Peleton memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan prajurit dan bertanggung jawab terhadap pembinaan disiplin di satuan kecil. Optimalisasi peran Danton dapat dilakukan melalui peningkatan komunikasi interpersonal, pembinaan mental kejuangan, penegakan disiplin yang adil dan konsisten, pengawasan melekat, serta intervensi dini terhadap prajurit yang berpotensi melakukan pelanggaran. Optimalisasi peran Danton yang dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan dapat meminimalkan terjadinya desersi, memperkuat soliditas satuan, serta meningkatkan kesiapan operasional Batalyon Armed 4/Parahyangan dalam melaksanakan tugas pokoknya.
Copyrights © 2026