Kesiapan sumber daya manusia (SDM) pertahanan merupakan determinan utama keberhasilan pelaksanaan operasi militer, khususnya dalam menghadapi beban operasional yang tinggi dan kompleksitas ancaman modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan SDM pertahanan melalui pendekatan biometrik kuantitatif dengan memanfaatkan indikator fisiologis dan kognitif, yaitu Heart Rate Variability (HRV), Resting Heart Rate (RHR), dan beban kognitif. Penelitian ini dirancang berdasarkan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 60 personel militer aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran biometrik menggunakan perangkat wearable serta kuesioner kesiapan operasional dan beban kognitif. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan mencakup statistik deskriptif, pengujian normalitas, analisis korelasi Pearson, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa HRV memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kesiapan operasional personel, sedangkan RHR dan beban kognitif menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan biometrik dapat menjadi instrumen objektif dalam menilai kesiapan SDM pertahanan serta memberikan dasar ilmiah bagi pengambilan kebijakan pengembangan SDM pertahanan berbasis data fisiologis dan kognitif.
Copyrights © 2026