Tingginya emisi karbon Indonesia merupakan tantangan utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat. Penelitian ini mengkaji determinan total emisi karbon di Indonesia, dengan perhatian khusus pada nilai tambah per kapita dari industri manufaktur, kepadatan penduduk, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertambangan dan penggalian. Data yang digunakan adalah 10 provinsi dengan emisi karbon tertinggi selama periode 2018-2023. Dengan menerapkan analisis data panel melalui kerangka kerja Model Efek Tetap (FEM), analisis ini menunjukkan bahwa nilai tambah manufaktur per kapita dan kepadatan penduduk memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap tingkat emisi karbon. Sementara itu, PDRB sektor pertambangan dan penggalian tidak berperan substansial dalam memengaruhi emisi karbon, kemungkinan disebabkan oleh perbedaan karakteristik pemanfaatan sumber daya alam di setiap provinsi, penerapan teknologi ramah lingkungan di sektor pertambangan tertentu, atau pelaporan resmi yang belum mencerminkan emisi karbon dari sektor pertambangan. Analisis ini menunjukkan pentingnya pengendalian emisi di sektor industri dan pengelolaan kepadatan penduduk sebagai bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim.
Copyrights © 2026