Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya digital terhadap workforce agility dengan adaptability sebagai variabel mediasi pada karyawan perusahaan manufaktur di Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel berjumlah 75 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria karyawan telah bekerja minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner elektronik dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap adaptability dan workforce agility. Adaptability juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap workforce agility. Selain itu, adaptability terbukti mampu memediasi secara signifikan pengaruh budaya digital terhadap workforce agility. Nilai R Square menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang kuat, terutama pada workforce agility. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan budaya digital yang disertai peningkatan adaptability dapat mendukung terciptanya tenaga kerja yang lebih agile dalam menghadapi dinamika transformasi digital di sektor manufaktur.
Copyrights © 2025