Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan, perilaku keuangan, dan persepsi risiko terhadap minat penggunaan pinjaman peer to peer lending pada Generasi Z di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan layanan peer to peer lending yang disertai tingginya tingkat gagal bayar, khususnya pada kalangan Generasi Z. Kabupaten Buleleng dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki jumlah Generasi Z tertinggi di Provinsi Bali serta menunjukkan potensi pertumbuhan penggunaan layanan keuangan digital yang cukup besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada responden Generasi Z yang berdomisili di Kabupaten Buleleng. Teknik analisis data meliputi uji statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, perilaku keuangan, dan persepsi risiko secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan peer to peer lending. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman keuangan, pengelolaan keuangan, dan persepsi risiko menjadi faktor penting dalam menentukan minat Generasi Z menggunakan layanan pinjaman digital.
Copyrights © 2026