Tarian bukan sekadar bentuk seni, melainkan juga sarana pemulihan yang melibatkan tubuh, emosi, dan spiritualitas manusia. Artikel ini menggali makna teologis dari tarian dalam perspektif Trinitarian sebagai “tarian Ilahi” (perikoresis) yang mengundang keterlibatan manusia dalam lingkaran pemulihan. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, artikel ini menganalisis dimensi penyembuhan dalam tarian berdasarkan sumber Alkitabiah, teori terapi gerakan, serta refleksi pastoral. Artikel ini menemukan bahwa tarian memiliki fungsi pemulihan emosional, spiritual, dan komunitarian, serta dapat dipraktikkan dalam liturgi dan pelayanan gereja. Dengan demikian, artikel ini tidak hanya menafsirkan tetapi juga menawarkan kebaruan berupa model refleksi pastoral-teologis mengenai tarian sebagai sarana pemulihan holistik. Kehidupan adalah bagian dari tarian Ilahi yang terus berlangsung, dan dalam partisipasi tersebut, pemulihan menjadi sebuah keniscayaan yang nyata.
Copyrights © 2026