Kawasan pesisir Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, merupakan habitat penting penyu laut yang menghadapi ancaman berupa perburuan telur, pencemaran sampah plastik, dan degradasi vegetasi pantai. Program pengabdian ini bertujuan mengembangkan Sustainable Community-Based Marine Conservation Model berbasis Smart Eco-Edutourism pada Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap sebagai strategi penguatan literasi konservasi, rehabilitasi habitat, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Community-Based Tourism (CBT) melalui tahapan sosialisasi kelembagaan, edukasi konservasi berbasis smart-edutainment, coastal cleanup partisipatif, penanaman 50 bibit pandan laut sebagai solusi berbasis alam, pelepasan 30 tukik dalam skema adopsi, serta monitoring berbasis logbook konservasi. Teknik evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi perilaku, pencatatan volume sampah, serta dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan literasi konservasi dari rata-rata nilai 78,2 menjadi 90,1 (kenaikan ±15,2%), peningkatan ketepatan pemilahan sampah dari 70% menjadi 85%, rehabilitasi habitat melalui penanaman pandan laut dengan target hidup ≥75%, serta penguatan kelembagaan melalui keterlibatan aktif 30 peserta dan implementasi skema adopsi tukik. Dampak kegiatan tidak hanya terlihat pada peningkatan kesadaran ekologis, tetapi juga pada terbentuknya tata kelola konservasi berbasis komunitas yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi keberlanjutan. Model ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi interaktif, rehabilitasi habitat, dan insentif ekonomi lokal dapat menjadi prototipe konservasi pesisir berkelanjutan yang replikatif di kawasan semi-perifer Indonesia.
Copyrights © 2026