Organisasi profit maupun non-profit tidak akan terhindar dari krisis. Krisis harus di-manage dengan baik jika organisasi memiliki harapan untuk bertahan dan berkelanjutan. Namun, pada kenyataanya masih banyak organisasi atau instansi yang tidak dapat menangani krisis secara tepat dan cepat. Krisis tidak bisa dipangan dengan sebelah mata, krisis mampu menghancurkan citra, reputasi, kredibilitas bahkan kebangkrutan pada organisasi. Namun, jika penagan krisis dengan tepat dan cepat akan berdampak positif untuk organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis manajemen krisis yang telah dilakukan oleh RSUD Mayjen MH Ryacudu Koatabumi, Lampung Utara dalam meperkuat ketahanan ekonomi kreatif berbasis Nemui Nyimah. Penelitian menerapkan SMCR (Source- Message- Channel- Receiver) yang bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi yang dilakukaan saat pra-krisis, responsi krisis dan pasca-krisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa RSUD Ryacudu tidak melakukan crisis communication plan, crisis planning dan critical communication relationship. Serta tidak melakukan follow up setelah krisis.
Copyrights © 2026