Penelitian ini membahas representasi penyandang disabilitas dalam media sosial dengan studi kasus Badru “Kepiting Alaska”, seorang penyandang disabilitas yang menjadi korban perundungan daring oleh oknum suporter sepak bola. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk-bentuk ketidakadilan sosial dan eksklusi digital terhadap penyandang disabilitas melalui kerangka Model Sosial Disabilitas Mike Oliver dan Teori Inklusi Sosial Nancy Fraser. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik analisis isi terhadap media sosial, berita daring, dan komentar publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan yang dialami Badru mencakup tiga dimensi keadilan sosial Fraser: redistribution, recognition, dan representation. Ketimpangan akses suara, stigma terhadap identitas, dan absennya representasi disabilitas dalam wacana publik digital memperlihatkan bahwa hambatan sosial lebih berperan daripada kondisi fisik individu. Kasus ini menunjukkan kegagalan sistem sosial dalam menciptakan ruang digital yang inklusif dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan literasi digital, perubahan budaya komunikasi daring, dan kebijakan yang mendukung inklusi sosial digital di Indonesia.
Copyrights © 2026