Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering bersifat asimptomatik namun berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular, serebrovaskular, dan ginjal. Rendahnya tingkat kesadaran, kepatuhan pengobatan, serta pemanfaatan layanan kesehatan pada tingkat komunitas meningkatkan risiko terjadinya komplikasi hipertensi. Skrining dini di masyarakat menjadi penting untuk mendeteksi faktor risiko dan gejala awal komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining komplikasi pada pasien hipertensi di tingkat komunitas serta meningkatkan kesadaran pasien terhadap kondisi kesehatannya guna mencegah terjadinya komplikasi dan meningkatkan kepatuhan pengobatan. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif berbasis komunitas yang dilaksanakan di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang pada Juli 2025 dengan teknik pengambilan non-consecutive sampling. Sebanyak 30 pasien dengan hipertensi primer dipilih secara purposif. Penelitian diawali dengan diagnosis komunitas menggunakan Paradigma Blum, penentuan prioritas masalah dengan metode Delphi, serta analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone. Data dikumpulkan melalui kuesioner terkait gejala komplikasi (bersifat subjektif), pemeriksaan fisik berupa pengukuran tekanan darah dan status gizi, serta pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan alat terkalibrasi oleh tenaga kesehatan terlatih. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Seluruh responden (100%) memiliki tekanan darah yang belum terkontrol. Mayoritas responden berusia <60 tahun (60%) dan berjenis kelamin perempuan (90%). Sebanyak 60% responden mengalami obesitas tingkat I dan 16,67% memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dL. Gejala subjektif yang paling sering dilaporkan dalam tiga bulan terakhir adalah sakit kepala hebat, pandangan buram, dan gangguan memori (66,7%), diikuti keluhan berdebar-debar (60%). Faktor utama yang berkontribusi terhadap rendahnya pengendalian hipertensi meliputi rendahnya edukasi kesehatan, kepatuhan pengobatan yang buruk, keterbatasan akses tidak langsung ke fasilitas kesehatan, serta prioritas kerja pada usia produktif. Kesimpulan: Skrining komplikasi hipertensi di tingkat komunitas mampu mengidentifikasi pasien berisiko tinggi dan gejala awal komplikasi. Kegiatan ini penting untuk deteksi dini dan perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program pelayanan kesehatan primer disertai edukasi yang berkesinambungan guna menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.
Copyrights © 2025