Masa peralihan ke lingkungan perkuliahan, terutama di fakultas kedokteran, merupakan masa yang menantang bagi mahasiswa baru dan menentukan keberhasilan studinya. Kemampuan adaptasi akademik menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan studi. Transisi ini seringkali disertai dengan tekanan akademik dan risiko gangguan kesehatan mental yang tinggi, sehingga dibutuhkan pemahaman lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mendukung proses adaptasi tersebut yang salah satunya adalah refleksi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara refleksi diri dengan kemampuan adaptasi akademik pada mahasiswa semester pertama Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi observasional analitik dengan desain potong lintang digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara kedua variabel tersebut. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara adalah sampel dari penelitian ini yaitu sebanyak 201 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini diperoleh melalui metode total sampling. Alat ukur yang digunakan terdiri dari kuesioner reflection-in-learning dan Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ), yang telah terbukti valid dan reliabel. Dari hasil penelitian, mayoritas responden memiliki kemampuan refleksi diri baik (96%) dan tidak mengalami gangguan adaptasi akademik (88,1%). Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara refleksi diri dengan kemampuan adaptasi akademik (p - value =0,196). Institusi disarankan untuk mempertahankan kemampuan refleksi diri dan kemampuan adaptasi akademik mahasiswa.
Copyrights © 2025