Kekuatan genggaman tangan (handgrip Strength/HGS) merupakan indikator penting kekuatan otot secara umum dan berkaitan dengan status kesehatan. Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) melakukan aktivitas fisik intensif di alam bebas, sementara mahasiswa kedokteran cenderung memiliki aktivitas fisik yang lebih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan HGS antara anggota Mapala dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Total 162 responden terdiri dari 81 anggota mapala dan 81 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Pengukuran HGS dilakukan menggunakan dinamometer CAMRY EH101. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questioner-Short From (IPAQ-SF). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Terdapat perbedaan signifikan pada rerata HGS tangan kanan antara anggota Mapala ((33,91 ± 6,85 kg) dan mahasiswa FK (26,53 ± 7,30 kg) dengan p < 0,0001. Perbedaan signifikan juga ditemukan pada HGS tangan kiri antara anggota Mapala (31,05 ± 6,99 kg) dan mahasiswa FK (25,09 ± 7,37 kg) dengan p < 0,0001. Perbedaan signifikan tersebut konsisten pada analisis berdasarkan jenis kelamin dan tingkat aktivitas fisik. Anggota Mapala memiliki kekuatan genggaman tangan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Perbedaan ini disebabkan oleh jenis aktivitas fisik yang melibatkan penggunaan tangan secara spesifik pada kegiatan Mapala.
Copyrights © 2025