Hiperurisemia adalah kondisi yang dicirikan oleh tingginya konsentrasi asam urat dalam darah, yang dapat berperan dalam munculnya berbagai penyakit metabolik seperti gout, hipertensi, penyakit ginjal, dan sindrom metabolik. Obesitas sentral merupakan salah satu faktor risiko hiperurisemia yang masih dapat dimodifikasi dan dievaluasi menggunakan parameter lingkar pinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kejadian hiperurisemia dan ukuran lingkar pinggang pada populasi dewasa usia produktif di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Studi ini dirancang sebagai penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, diselenggarakan pada bulan April 2025 terhadap 184 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih melalui metode non-random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner, pengukuran lingkar pinggang, dan alat Point of care testing untuk kadar asam urat. Hasil studi menunjukkan, seluruh responden tercatat memiliki kadar asam urat yang masih berada dalam rentang normal, dengan rata-rata sebesar 4,3 mg/dL pada responden laki-laki dan 3,81 mg/dL pada responden perempuan. Namun, sebanyak 63,04% responden memiliki lingkar pinggang yang tinggi. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif lemah namun signifikan antara lingkar pinggang dan kadar asam urat (r=0,311; p<0,01). Temuan ini mendukung hipotesis peningkatan ukuran lingkar pinggang terkait dengan meningkatnya kadar asam urat meskipun masih dalam batas normal. Kesimpulannya, Lingkar pinggang merupakan salah satu faktor yang berkorelasi dengan hiperurisemia, sehingga pengendalian lingkar pinggang dapat menjadi strategi preventif terhadap risiko gangguan metabolik di masyarakat usia produktif.
Copyrights © 2025