Reactive oxygen species (ROS) dalam jumlah yang normal berfungsi dalam transduksi sinyal, pertahanan imunitas tubuh, mekanisme apoptosis, pertumbuhan, perkembangan, dan diferensiasi sel, serta mempertahankan homeostasis tubuh. Apabila ROS diproduksi melebihi kapasitas antioksidan dalam tubuh, maka dapat menyebabkan stres oksidatif yang merusak sel dan memicu berbagai penyakit kronis. Antioksidan merupakan suatu zat yang dapat menetralkan ROS dalam tubuh. Buah pare (Momordica charantia) memiliki ciri khas rasa yang sangat pahit dan dikenal kaya akan nutrisi yang memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kapasitas antioksidan secara in vitro dengan metode ABTS serta mengetahui tingkat toksisitas pada ekstrak buah pare dengan metode BSLT menggunakan larva Artemia salina sebagai organisme uji. Pengujian kapasitas antioksidan dinyatakan dalam nilai IC50 yaitu sebesar 22,356 µg/mL dan uji toksisitas pada ekstrak buah pare didapatkan nilai LC50 sebesar 259,786 µg/mL. Kapasitas antioksidan dalam ekstrak buah pare tergolong dalam kategori sangat kuat (IC50 < 50 µg/mL). Selain itu, tingkat toksisitas yang diperoleh termasuk dalam kategori tingkat toksisitas sedang (LC50 100 – 500 µg/mL).
Copyrights © 2025