Kuliner dalam Kakawin Sumanasāntaka mencerminkan identitas budaya dan struktur sosial masyarakat Jawa Kuno. Makanan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki makna sosial, budaya, dan religius. Dengan menggunakan teori gastronomi sastra dan identitas budaya, penelitian ini menunjukkan adanya stratifikasi sosial berdasarkan kasta, di mana bangsawan dan brahmana mengonsumsi makanan lebih beragam dibandingkan rakyat biasa. Kuliner juga berperan dalam sistem patronasi sebagai simbol loyalitas kepada penguasa. Selain itu, masyarakat Jawa Kuno bergantung pada sistem agraris dan sumber daya maritim. Konsumsi alkohol menjadi bagian dari praktik sosial dan keagamaan, termasuk dalam ritual Tantrayana seperti Panca Makara. Hal ini menegaskan bahwa makanan dan minuman memiliki nilai spiritual dalam ajaran Hindu-Buddha. Dengan demikian, kuliner dalam Kakawin Sumanasāntaka merepresentasikan struktur sosial, hubungan patronase, ketergantungan terhadap alam, serta nilai spiritual masyarakat Jawa Kuno.
Copyrights © 2026