(TOPSIS) untuk menentukan obat penting di Posyandu RW23 Mimbaan. Permasalahan seperti penilaian subjektif dan pemantauan stok yang tidak konsisten sering menghambat penetapan prioritas obat secara tepat. Dengan metode kuantitatif deskriptif berbasis Multi-Criteria Decision Making (MCDM), penelitian ini menggunakan tiga kriteria utama: masa kedaluwarsa, harga, dan jumlah stok. Proses TOPSIS dilakukan melalui normalisasi, pembobotan, penentuan solusi ideal, dan perhitungan nilai preferensi. Hasil menunjukkan bahwa Antasidah Tablet Kunyah, Parasetamol 500 mg, dan Kaptopril 12,5 mg menjadi obat dengan prioritas tertinggi. Temuan ini membuktikan bahwa TOPSIS mampu mendukung pengambilan keputusan yang objektif dan berbasis data, serta meningkatkan akurasi pengadaan dan stabilitas persediaan di fasilitas kesehatan dasar.
Copyrights © 2026