Tanah kapur merupakan salah satu jenis lahan marjinal yang memiliki keterbatasan dalam mendukung pertumbuhan tanaman akibat rendahnya kandungan bahan organik, kapasitas tukar kation, dan kejenuhan basa. Upaya perbaikan sifat tanah dapat dilakukan melalui pemanfaatan bahan organik lokal seperti limbah sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian kompos limbah sagu terhadap perbaikan karakteristik kimia tanah kapur di Kabupaten Majene. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 di kawasan Food Estate Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak kelompok lengkap yang terdiri atas empat perlakuan perbandingan tanah dan kompos limbah sagu (P0 = tanpa kompos, P1 = 1:1, P2 = 2:1, dan P3 = 3:1) serta empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, rasio C/N, kejenuhan basa (KB), dan kapasitas tukar kation (KTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah sagu berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Nilai pH tanah meningkat dari 6,15 pada kontrol (P0) menjadi 6,74 pada perlakuan P2 dan 6,69 pada P3. Rasio C/N tanah juga mengalami peningkatan dari 10,00 (P0) menjadi 14,00 (P3). Kejenuhan basa meningkat cukup signifikan, dari 31,00% pada kontrol menjadi 45,00% pada perlakuan P3. Nilai KTK tertinggi dicapai pada perlakuan P2 sebesar 24,15 cmol(+)/kg, meningkat dari 20,19 cmol(+)/kg pada kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa kompos limbah sagu berpotensi digunakan sebagai pembenah tanah organik untuk meningkatkan kesuburan tanah kapur dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan di wilayah Majene
Copyrights © 2026