Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan umbi mini kentang dengan beberapa dosis zat pengatur tumbuh. Zat pengatur tumbuh yang umumnya digunakan dalam praktek budidaya kentang adalah Auksin, Giberelin, dan Sitokinin. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Pattapang Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari sampai bulan November 2023. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 10 perlakuan yaitu: kontrol, auksin 5 mL, auksin 10 mL, auksin 15 mL, giberelin 5 mL, giberelin 10 mL, giberelin 15 mL, sitokinin 5 mL, sitokinin 10 mL, dan sitokinin 15 mL. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat di simpulkan bahwa : (1) Hormon auksin dosis 10 mL yang memberikan rata-rata terbaik terhadap variabel vegetatif tanaman kentang yang dikembangkan secara aeroponik., (2) Hormon auksin dosis 10 mL memberikan nilai rata-rata yang terbaik terhadap variabel generatif tanaman kentang yang dikembangkan secara aeroponik., (3) Pengembangan bibit umbi mini kentang yang bermutu dapat dilakukan dengan pemberian hormon auksin dengan dosis 10 mL
Copyrights © 2026