Penelitian ini bertujuan menganalisis akselerasi penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) berbasis Teaching Factory (TEFA) di SMKN 1 Kongbeng sebagai strategi menjawab disparitas anggaran daerah. Fokus kajian meliputi kondisi faktual implementasi TEFA sebagai penguatan pembelajaran berbasis praktik sekaligus unit produksi/jasa, tingkat kesiapan kelembagaan BLUD ditinjau dari aspek tata kelola, Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), administrasi, serta akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan. Penelitian ini juga menelaah dinamika aktor dan mekanisme pengelolaan sumber daya (keuangan, sarana-prasarana, sumber daya manusia, dan kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri), serta mengidentifikasi faktor strategis internal-eksternal melalui analisis SWOT yang diturunkan ke matriks TOWS. Selanjutnya, GAP analysis digunakan untuk memetakan kesenjangan antara kondisi eksisting dan kondisi target serta merumuskan prioritas langkah akselerasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif-moderat, dan studi dokumentasi, serta analisis data model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Temuan menunjukkan TEFA telah berjalan sebagai learning ecosystem dan revenue generating unit, namun memerlukan penguatan tata kelola, digitalisasi administrasi, serta penyusunan RBA berbasis performance-based budgeting untuk memastikan fleksibilitas BLUD selaras dengan prinsip good governance dan akuntabilitas publik.
Copyrights © 2026