Kedisiplinan merupakan elemen fundamental dalam pengembangan dan keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya bagi pelaku usaha di wilayah pesisir yang rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan dan fluktuasi pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan peningkatan kedisiplinan bagi pelaku UMKM di Pesisir Anyer serta mengidentifikasi perubahan perilaku kerja pascapelatihan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one group pretest–posttest. Sebanyak 40 pelaku UMKM dari berbagai sektor, termasuk kuliner pesisir, kerajinan laut, dan jasa pariwisata, berpartisipasi dalam pelatihan yang materinya mencakup manajemen waktu, konsistensi standar operasional, pencatatan administrasi, dan penguatan komitmen pelayanan pelanggan. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk melihat perbedaan tingkat kedisiplinan secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada indikator kedisiplinan, seperti ketepatan waktu membuka usaha, keteraturan proses produksi, konsistensi pencatatan administrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan kedisiplinan memiliki dampak positif terhadap perilaku kerja dan tata kelola usaha UMKM pesisir. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan perlunya program lanjutan berupa pendampingan intensif dan monitoring jangka panjang agar perubahan positif dapat berlanjut secara terintegrasi.
Copyrights © 2026