Industri perkebunan di Indonesia, khususnya pabrik gula, memeliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Tingginya kebutuhan gula nasional mendorong perusahaan produsen gula seperti PG. Krebet Baru II untuk selalu mengoptimalkan proses produksi. Penggunaan mesin yang melebihi kapasitasnya dapat menyebabkan ketidak berhasilan proses pabrikasi sehingga evaluasi atas kapasitas efisien mesin perlu dilakukan. Kondisi optimal terjadi jika kapasitas aktual lebih kecil atau sama dengan kapasitas efektif. Kualitas produk dan performa mesin akan berkurang seiring berjalannya waktu ketika mesin bekerja tidak pada kondisi optimal. Kendala performa tersebut, utamanya pada stasiun masakan dan putaran yang sistem kerjanya berlangsung secara berkesinambungan dapat mengganggu proses produksi secara keseluruhan sehingga diperlukan proses evaluasi. Proses evaluasi dilakukan dengan perolehan data aktual secara observasi langsung yang melibatkan nilai volume, luas permukaan, massa input, dan volume output dari setiap mesin. Data tersebut digunakan untuk proses perhitungan data penunjang sehingga diperoleh nilai masing-masing kapasitas mesin produksi. Hasil evaluasi menunjukkan kapasitas efektif kedua stasiun sudah memenuhi kapasitas aktual proses sehingga peningkatan kapasitas tidak diperlukan.
Copyrights © 2026