Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan konflik peran terhadap stres kerja pada karyawan toko ritel Indomaret di Kota Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey. Populasi penelitian adalah karyawan toko ritel Indomaret di Kota Cirebon, dengan sampel sebanyak 248 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria masa kerja minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang cukup baik, di mana beban kerja dan konflik peran secara simultan mampu menjelaskan 56,2% variasi stres kerja. Secara parsial, beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa banyaknya tugas dan tekanan waktu belum tentu menjadi sumber tekanan psikologis utama apabila karyawan telah memiliki pengalaman dan kemampuan adaptasi terhadap ritme operasional toko. Sebaliknya, konflik peran terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja serta menjadi variabel yang paling dominan dalam model. Hasil ini menegaskan bahwa stres kerja karyawan ritel lebih banyak dipicu oleh tumpang tindih tuntutan kerja, ketidaksesuaian instruksi, dan ketidakjelasan prioritas tugas dibandingkan oleh banyaknya pekerjaan itu sendiri. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan stres kerja di sektor ritel perlu difokuskan pada penegasan pembagian tugas, konsistensi penerapan standar operasional prosedur, kejelasan alur komando, dan penguatan komunikasi kerja antar atasan maupun antar shift.
Copyrights © 2026