Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi yang semakin meningkat setiap tahun. Ketidakpatuhan dalam manajemen penyakit, yang sering kali disebabkan oleh tingkat pendidikan yang rendah, dapat mengakibatkan kontrol glukosa darah yang buruk. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan self-management dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode: Desain dalam penelitian ini dengan menggunakan dekriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accedental sampling dengan jumlah sampel 84 pasien diabetes melitus Tipe 2. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Data di analisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas 52.4% dengan tingkat pendidikan menengah, 44.0% dengan Self-Management Diabetes yang cukup baik dan 64.3% dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan self-management dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Kesimpulan: Pendidikan yang lebih tinggi membantu individu memahami dan menerapkan manajemen diri (self-management) yang lebih baik , yang pada akhirnya berkontribusi pada pengendalian kadar gula darah yang lebih optimal. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Kadar Gula Darah, Self-Management, Tingkat Pendidikan
Copyrights © 2026