Pendahuluan: Cyberbullying merupakan tindakan penganiyaan dan pelecehan yang agresif dan disengaja dengan menggunakan segala bentuk teknologi digital. Prevalensi cyberbullying pada remaja di Indonesia sebesar 45% mengalami pelecehan melalui sosial media. Cyberbullying muncul sebagai masalah kesehatan masyarakat, terlepas dari ekonomi nasional, dengan potensi menyebabkan tekanan fisik, mental (depresi), dan sosial yang parah diantara para korban. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cognitive behaviour therapy (CBT) terhadap tingkat depresi pada remaja yang mengalami cyberbullying. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain Quasy eksperiment with one group pretest-posttest. Sample penelitian terdiri dari 78 siswa/i SMP Kanisius 1 Surakarta. Alat ukur menggunakan kuesioner tingkat cyberbullying. Hasil: Setelah intervensi cognitive behaviour therapy (CBT) diberikan, rata-rata skor cyberbullying mengalami penurun, dari 46,90 pada pretest menjadi 41,73 pada posttest. Hasil uji statistik menunjukkan perubahan yang signifikan (p < 0,005). Kesimpulan: Terapi cognitive behaviour therapy terbukti efektif dalam membantu remaja mengelola emosi dan perilaku agresif di media sosial.
Copyrights © 2026