Pengolahan pasca panen padi merupakan subsistem penting dalam sistem agribisnis yang berpengaruh terhadap tingkat kehilangan hasil dan mutu beras yang dihasilkan. Penanganan pasca panen yang kurang optimal, khususnya pada penggilingan padi skala kecil, masih menjadi permasalahan utama yang menyebabkan tingginya kehilangan pangan dan rendahnya kualitas beras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kehilangan pangan pada proses pengolahan pasca panen padi di tingkat penggilingan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilakukan pada penggilingan padi di Kecamatan Tebas dengan metode pengamatan langsung terhadap proses penggilingan. Data kehilangan hasil dihitung menggunakan rumus persentase kehilangan standar dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kehilangan hasil pasca penggilingan bervariasi pada setiap tahapan proses. Kehilangan hasil pada tahap penggilingan sebesar 60,93%, lebih rendah dibandingkan standar kehilangan penggilingan padi skala kecil sebesar 68–73%. Namun, kehilangan hasil pada tahap pengemasan mencapai 23,89%, jauh lebih tinggi dibandingkan standar pengemasan yang umumnya kurang dari 2%, sedangkan pada tahap penyimpanan kehilangan hasil relatif sangat kecil, yaitu 0,15%. Faktor-faktor yang cenderung meningkatkan kehilangan hasil meliputi umur pelaku usaha, kecepatan alat putar mesin, kapasitas mesin, umur mesin, dan lama penyimpanan, sedangkan pengalaman usaha, frekuensi perawatan mesin, tipe konfigurasi mesin, dan bentuk bulir padi berpengaruh dalam menurunkan kehilangan hasil. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan teknologi dan manajemen penggilingan padi skala kecil menjadi strategi penting untuk menekan kehilangan hasil pasca panen.
Copyrights © 2026